"Layu.
Ranting itu tak 'kan lupa mengucapkan selamat tinggal pada tiap dedaunan jatuh. Sadar atau tidak sama sekali, bersama waktu telah banyak sesuatu berlalu: Berharga atau tidak sama sekali.
Pun, andaikan ia tak rela, sesungguhnya waktu telah memberi tanda. Kuningnya dedaunan harusnya cukup untuk sekedar bersiap membesarkan jiwa.
Berharap jatuh saat menjingga? Oh, tidak sekali-kalipun tidak. Kau tak tahu angin mana yang akan menjemput, tak terkira.
Apa yang dilakukan bila daun itu telah tiba di dekat akarmu? Berharap ia kembali melekat di dahanmu? Sudah, sudah. Pengharapan itu membuat tawaku sendiri membahana di kesepian malam ini.
Biarlah, biarkan ia tergolek tak tahu apa-apa di atas tanah. Kau memang mesti menunggu... Tunggu, bukan menunggu yang berlalu, lalu kembali sendu atau merindu. Tetapi menunggu yang akan datang di hari yang tak seorangpun tahu.
Sungguh, tak ada penantian yang bermakna selain penantian bersama kesabaran. Yakinilah, tanaman tak selalu layu. Ia mekar dan indah pada waktunya, meski tak dengan daun yang sama."